TanganNya Memegang Kemudi

Judul Renungan kali ini adalah  “TanganNya Memegang Kemudi”. Pernahkah saudara melihat lukisan Herry Anderson, lukisan tentang Yesus sedang  memegang kemudi kapal? Angin sedang bertiup, percikan air di mana-mana, dan kapalnya bergoyang, tetapi semua yang ada dalam kapal tetap aman dan tidak takut.  Dalam lukisan itu, pandangan tenang dan tentram menandai roman muka Yesus ketika memandu kapal itu melalui badai.  Tangan Yesus memegang kemudi.

Para pembaca  yang dikasihi Yesus, Herry Anderson mendapat inspirasi untuk melukis lukisan itu dari kisah yang terdapat dalam  Injil Matius pasal 8: 23-27, atau dalam injil Markus 4: 35 – 41 dan Lukas 8: 23:27.

Kalau saudara baca kisah tersebut, saudara akan dapati bahwa kisah itu terjadi pada saat hari sudah petang, mendekati malam, perahu yang ditumpangi murid-murid tergoncang oleh badai yang mengamuk dan terancam tenggelam oleh gelombang laut yang dahsyat.

Yesus yang dalam Lukisan Herry Anderson sedang memegang kemudi kapal, tetapi kisah itu  dalam dalam kitab Injil, Yesus sedang tertidur.  Sementara badai mengamuk, angin begitu kencang dan gelombang laut begitu dahsyat, murid-murid Yesus begitu panik, tetapi Yesus tetap tenang dan tidur di buritan perahu.

Karena begitu paniknya murid-murid saat itu, tidak tahan dengan situasi yang sangat membahayakan jiwa, murid-murid membangunkan Yesus. Benar saudara, Yesus bangun dan mendiamkan badai yang mengamuk itu. Suasana berubah, laut yang tadinya tidak bersahabat, wajah para murid begitu panik dan tegang, tetapi setelah Yesus berkata “ Diam, Tenanglah!” maka anginpun reda, danau menjadi teduh sekali dan wajah murid-murid menjadi tenang dan tentram.

Dalam kisah ini kita temukan respons para murid Yesus, mereka bertanya dengan heran, Siapakah gerangan orang ini?

Saudara, Siapakah Yesus? Yesus adalah Raja Kemuliaan yang turun dari surga. Ia menjelma menjadi  anak orang sederhana dan lahir di desa terpencil. Ia bertumbuh di desa, di mana ia membantu sang ayah—si tukang kayu. Tiga tahun ia menjadi pengkhotbah keliling. Tidak punya kantor. Tidak pernah menulis buku. Tidak pernah memiliki keluarga, atau rumah. Ia tidak pernah belajar formal untuk meraih gelar tertentu. Ia tidak pernah ke luar negeri. Paling jauh ia pergi tidak lebih dari 200 mil dari tempat ia dilahirkan. Ia tidak pernah mempromosikan diri atau berusaha menjadi tenar, tidak pernah menjadi caleg dan memampang foto-fotonya di jalan-jalan.  Yesus tidak punya rekening tabungan di Bank, penampilanNya tidak seperti bintang Hollywood,  Ia tak punya surat kepercayaan selain keberadaan diriNya sendiri. Ia penuh mukjizat, tetapi juga sangat radikal dan berani melawan arus tradisi serta kebiasaan. Ia baru berumur 33, ketika masyarakat menentangnya. Sahabat-sahabatnya melarikan diri. Ia diserahkan kepada musuh-musuhnya dan harus mati di kayu salib, di antara dua penjahat. Namun kematian dan kebangkitannya membawa harapan bagi seluruh umat manusia.
Dua puluh abad telah berlalu, tetapi hingga kini Ia tetap menjadi figur sentral dari sejarah umat manusia. Tokoh terbesar yang tak surut sepanjang zaman. Dari semua tentara, presiden, ilmuwan, politikus, ekonom, seniman, selebriti dan tokoh besar lain, belum pernah ada yang mempengaruhi umat manusia, sebesar pengaruh yang Ia berikan.
Selama berabad-abad ada banyak perdebatan tentang identitas Yesus yang sebenarnya. Berbagai aplikasi ilmiah diterapkan pada ajaran-ajaran Alkitab, namun demikian  iman pada Yesus sebagai Juruselamat dunia  tetap menang.

Saudara pembaca  yang dikasihi Yesus,

Jika demikian, mengapa terkadang banyak yang  meragukan Yesus sebagai Tuhan yang mampu menolong umatNya? Mengapa kadang kita lebih percaya perkataan manusia daripada perkataan-Nya? Tokoh terbesar itu selalu ada dan tetap ada, bahkan begitu dekat dengan kita. Kita patut bangga memiliki Allah seperti Dia.

Sahabatku, jalanilah hidup ini dengan tenang, serahkanlah tiap beban dan kekawatiran saudara  pada Yesus. Ia tau pergumulan saudara, bahkan Yesus mengerti hati saudara lebih dari yang saudara ketahui.  Yesus menjangkau pikiran saudara lebih dari yang saudara bayangkan. Yesus merancang kebahagiaan saudara lebih dari pada rancangan saudara.

Bagi Saudara yang memiliki pergumulan atas penyakit yang diderita baik penyakit saudara  atau keluarga saudara, suami, istri atau anak yang saat ini sedang sakit,  datanglah pada Yesus.  Ketika Yesus hidup sebagai manusia di dunia ini, Ia pernah menyembuhkan  berbagai penyakit; kusta, pendarahan, dan macam-macam penyakit yang kita tidak tau namanya.

Bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan, masalah keuangan, sedang dililit hutang dan sebagainya.  Ingatlah bahwa Yesus pernah mengatasi masalah kekurangan anggur pemilik pesta perkawinan yang kehabisan anggur untuk menjamu para tamu. Ia juga yang akan membebaskan saudara atas kesulitan-kesulitan yang saudara hadapi.  Bawahlah pergumulan saudara pada Yesus.

Bagi mereka yang bergumul dengan dosa kesayangan yang susah untuk dihilangkan, Yesus sedia menerima saudara dan mengampuni dosa-dosa saudara.  Berjanjilah kepadaNya bahwa saudara rindu meninggalkan dosa kesayangan dan mau hidup baru bersama Yesus. Datang pada Yesus, Ia pasti menolong saudara.

Bagi para pelajar, mahasiswa dan orang-orang muda yang sedang bergumul dengan tugas-tugas sekolah, tugas-tugas  akademik, bergumul dengan masalah hubungan pergaulan muda-mudi, yang sedang bergumul mencari pekerjaan, serahkanlah semua pergumulan saudara pada Yesus.

Amatilah perkembangan dunia saat ini. Dunia tampak semakin membahayakan.  Masalah-masalah yang dihadapi para pemimpin masyarakat menjadi lebih rumit dan lebih keras.  Tetapi tangannya memegang kemudi.  Masing-masing kita akan berlayar melalui lautan yang hebat.  Dihempaskan ke depan, ke belakang, ke atas dan ke bawah.  Jangan pernah meragukan bahwa tangan Yesus mengendalikan perahu kehidupan kita.  Tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi Dia.

Jika sesuatu mengganggu saudara, serahkanlah pada Yesus.  Biarkan Yesus memegang kemudi atas kehidupan saudara.  Ia ingin memberi saudara kedamaian, Ia ingin saudara tetap aman dan pasti, betapapun kerasnya angin bertiup, betapapun sengitnya semburan air garam laut menyakiti wajah saudara, tanganNya memegang kemudi.  Mintalah kepadaNya untuk melakukannya sekarang, saat ini juga Ia ingin masuk ke dalam hati saudara.  Ia berkata “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengarkan suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya”.(Wahyu 3:20)

Pembaca yang dikasihi Yesus, saya ingin mengajak saudara berdoa bersama saya dengan doa berikut ini: Tuhan Yesus, saya membutuhkan Engkau.  Terima kasih atas pengorbananMu telah mati untuk menebus dosa-dosa saya.  Saat ini hati saya terbuka untukMu. Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat saya.  Masuklah dan berkuasalah atas hidup saya. Terjadilah kehendakMu atas hidup saya sepenuhnya.

Berkati para pembaca yang lain di rumah atau dimana saja mereka berada,  yang dalam kesusahan, penyakit, mala petaka, duka cita. Luputkan mereka, sembuhkan yang sakit, kuatkan yang lemah, tumbuhkan iman mereka agar mereka tetap koko dan teguh mempertahankan iman mereka padaMu.  Sempurnakan doa ini Tuhan, dalam nama Yesus. Amin

About these ads

About Aneka Renungan

Blog ini berisi aneka renungan yang dapat didownload gratis. Apabila anda diberkati dengan renungan-renungan di blog ini, bagikan juga pada orang lain. Trima kasih atas kunjungannya.
This entry was posted in Renungan Rabu Malam and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to TanganNya Memegang Kemudi

  1. musa buli says:

    Mantap bang. kami harap update terus renungan. sangat bermanfaat selamat sabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s