Kisa Sukses

SUKSES

Sahabat-sahabatku, kadang kita menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat di luarnya saja. Mungkin dari segi materi, jabatan, profesi atau penampilan. Kita seharusnya menyadari bahwa setiap orang di dunia ini adalah orang penting. Buka mata, hati, jiwa, dan cara pandang Saudara. Kita tidak dapat mengambil suatu kesimpulan dan penilaian sebelum kita mengetahui seluruh ceritanya.

Seorang pemuda terpelajar dari Manado sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Dalam pesat ia duduk di samping seorang ibu yang sudah berumur. Pemuda itu menyapa, tak lama mereka larut dalam obrolan ringan. “Bu, ada acara apa pergi ke Jakarta?” tanya si Pemuda.  “Oh… Saya mau ke Jakarta dan akan connecting flight ke  LA (Los Angeles)  menjenguk anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu dengan ramah. “Wow….. hebat sekali ya putra ibu”, sahut si Pemuda.  Ia terdiam sejenak dan merenung.

Didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya, “Kalau saya tidak salah, anak yang di LA tadi, putra yang kedua ya Bu? Bagaimana dengan kakak dan adik-adik nya?”

“Oh, ia. Betul..”, si Ibu bercerita. “Anak saya yang ketiga seorang dokter di Bandung, yang keempat kerja di perusahan asing di Kalimantan, yang kelima apoteker di Jakarta, yang keenam jadi kepala cabang sebuah bank di Bitung, yang ke tujuh jadi dosen di Surabaya”, tutur ibu itu dengan lembut dan penuh percaya diri.

Pemuda tadi terdiam dan berkata dalam hati, “Hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.”

“Terus bagaimana dengan anak pertama Ibu?”, tanya sang pemuda sambil menghela napas panjang. Ibu itu menjawab, “Anak saya yang pertama menjadi petani di kampung, Nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu luas.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu, sepertinya Ibu agak kecewa  dengan anak pertama Ibu…, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaan mereka, sedang dia menjadi petani?”

Pembaca yang dikasihi Tuhan, sampai sejauh ini, saya yakin Saudara berpikir bahwa hanya anak pertama si ibu yang tidak sukses dan membuat ibu itu kecewa karena anak-anaknya yang lain sukses, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Apakah demikian kenyataannya?

Dengan tersenyum Ibu itu menjawab, “Ooo… tidak.. tidak begitu, Nak….. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani.

Bagaimana pendapat Saudara?

Menurut Saudara siapa di antara anak ibu itu yang paling sukses?

Ayat renung an hari initerdapat dalam Markus 9:35 “…”Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Selamat minggu bekerja.

About Aneka Renungan

Blog ini berisi aneka renungan yang dapat didownload gratis. Apabila anda diberkati dengan renungan-renungan di blog ini, bagikan juga pada orang lain. Trima kasih atas kunjungannya.
This entry was posted in Renungan Tutup Sabat. Bookmark the permalink.